Jumat, 25 Mei 2012

10 Permintaan iblis yang dikabulkan Allah

Ceritanya Rasulullah sedang berbicara kepada iblis dan bertanya apa saja permintaan iblis yang sampai saat ini dikabulkan Allah SWT.
Ada 10 permintaan iblis yang dikabulkan Allah, Apa saja?
Nabi Muhammad : Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?
Syetan : 10 macam
Nabi muhammad : Apa saja?
Syetan :
1. Aku minta agar Allah membiarkan aku berbagi dalam harta dan anak manusia,
Allah mengizinkan.
Allah berfirman : “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka”, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64)
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
2. Aku minta agar Allah membiarkan aku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada setan.
3. Aku minta agar bole ikut bersama dengan orang yang menaiki kendraan bukan untuk tujuan yang halal.
4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai al Qur’anku.
7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah swt berfirman,
“Orang -orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra : 27).
9. Wahai Muhhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, “silahkan”, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.
Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata : “Wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda.
jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!
Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberikan hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah.
Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara hidupnya.
Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.”
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :118 – 119)
“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
“Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong.”
Sampaikanlah info agama ini kepada saudara-saudara kita, agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas-tugas dari Iblis atau Syaithan . Sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis atau Syetan.

Kamis, 17 Mei 2012

Manfaat Air Putih

AIR DALAM TUBUH

Mengapa harus minum air putih sebanyak-banyaknya? Kira-kira 80% tubuh manusia terdiri dari air. Malah ada beberapa bagian tubuh kita yang memiliki kadar air lebih dari 80%.
Dua organ paling penting dengan kadar air lebih dari 80% adalah darah dan otak. Otak memiliki komponen air sebanyak 90% sementara darah 95%. Jatah minum manusia normal dalam sehari adalah 2 liter atau 8 gelas. Air sebanyak itu diperlukan untuk mengganti cairan yang keluar dari tubuh kita melalu air seni, keringat, pernapasan, dan sekresi.
Apa yang terjadi bila kita mengkonsumsi kurang dari 2 liter sehari? Dengan jalan menyerap air dari komponen tubuh sendiri. Yang terdekat yaitu darah. Darah yang diserap airnya akan menjadi kental. Maka perjalanan darah akan kurang lancar.
Saat melewati ginjal (tempat menyaring racun dari darah) ginjal akan bekerja ekstra keras untuk menyaring darah. Dan karena saringan dalam ginjal itu halus, tak jarang darah yang kental menyobek glomerolus dalam ginjal. Akibatnya air seni anda berwarna kemerahan, tanda mulai bocornya saringan ginjal.
Saat darah kental mengalir lewat otak, perjalanan akan terhambat. Otak tidak lagi “encer”. Dan karena sel otak adalah sel yang paling banyak menkonsumsi makanan dan oksigen, lambatnya aliran darah ini bisa menyebabkan sel otak mati atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.


MANFAAT AIR

Setiap hari kita membutuhkan sekitar 8 gelas air. Selain menjaga kestabilan suhu tubuh, air juga melancarkan sistem pencernaan dan pembuangan. Berikut ini manfaatnya:
• Menguatkan jantung. Persisnya, membantu jantung dalam memompa darah dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
• Membuat kulit bercahaya. Kurang cairan menyebabkan sel-sel kulit mengerut. Banyak mengonsumsi air akan membuat kulit terjaga elastisitasnya.
• Mengeluarkan racun dari dalam tubuh (detoksifikasi). Air berperan dalam penyaringan racun tubuh yang dibuang melalui urine.
• Mengganti cairan yang keluar bersama urine, keringat, uap pernapasan, dan feses.




SECARA BERTAHAP

Minum air putih 8 gelas sehari dianjurkan bagi Anda yang memiliki aktivitas rutin. Tapi kini, banyak orang yang melakukan “terapi air putih”, namun dengan cara salah. “Banyak orang salah mengerti, mereka melakukan terapi air putih tapi dengan mengonsumsi 2 liter sekaligus saat bangun tidur. Ini berbahaya untuk kesehatan jantung dan ginjal,” kata Spesialis Gizi, Dr Samuel Oetoro MS, Sp.GK

Seharusnya, khasiat air putih akan lebih terasa bisa dikonsumsi secara bertahap, bukan secara berlebihan atau sekaligus. Mengonsumsi air yang sesuai dengan kebutuhan. Konsumsi air sebelum kita merasa haus. Setelah bangun tidur, sebelum dan setelah sarapan, saat ingin beraktivitas serta sebelum dan setelah berolahraga. Bahkan sebelum tidur pun dianjurkan untuk mengonsumsi segelas air putih.

“Cukup minum air 1-2 gelas secara bertahap, jangan lakukan minum sebanyak 1,5 liter- 2 liter sekaligus,”

Mengonsumsi ar putih secara bertahap akan lebih bermanfaat, dan menjadikan hal itu kebiasaan akan menjadi investasi kesehatan Anda di masa depan. Mulai melakukan kebiasaan minum air putih sesering mungkin secara bertahap akan menjadi kebiasaan yang sehat untuk kita dan keluarga. Aamiin

Sabtu, 12 Mei 2012

100 Real per Jam

Bocah kecil itu menemui ayahnya yang payah karena kerja. Sebab, dari pagi hingga sore, ia mengontrol berbagai proyek dan kontraknya. Ia tidak punya waktu untuk diam di rumah selain untuk makan dan tidur.
Bocah : “Ayah, kenapa engkau tidak lagi mau bermain denganku dan bercerita kepadaku? Aku sangat merindukan cerita-ceritamu dan ingin bermain denganmu. Bagaimana pendapatmu bila hari ini engkau bermain sebentar denganku dan bercerita satu kisah kepadaku?”
Ayah : “Anakku, aku tidak punya waktu untuk bermain dan membuang-buang waktu. Karena aku punya pekerjaan dan waktuku sangat berharga.”
Bocah : “Berilah aku satu jam saja dari waktumu, karena aku sangat merindukanmu, wahai ayahku.”
Ayah : “Anakku tercinta, aku bekerja dan berjuang untuk kalian. Dan waktu satu jam yang engkau inginkan agar aku habiskan bersamamu itu, bisa aku pakai untuk mendapatkan penghasilan tidak kurang dari 100 real. Jadi, aku tidak punya waktu untuk sesuatu yang sia-sia bersamamu. Ayo, pergilah dan bermainlah bersama ibumu.”
Hari demi hari berlalu, dan kesibukan sang ayah semakin bertambah. Suatu hari bocah itu melihat pintu kantor ayahnya terbuka, maka ia masuk menemui ayahnya.
Bocah : “Ayah, berilah aku 5 real.”
Ayah : “Untuk apa? Setiap hari aku memberimu uang lima real. Untuk apa uang sebanyak itu? Ayo, pergi dari hadapanku. Aku tidak akan memberimu apa-apa sekarang.”
Si anak pun pergi dengan perasaan sedih. Sementara sang ayah duduk sambil berfikir tentang apa yang dilakukannya terhadap anaknya. Dia pun memutuskan untuk pergi ke kamar anaknya untuk menghiburnya dan memberikan lima real kepadanya.
Bocah kecil itu sangat gembira menerima uang lima real tersebut. Kemudian bocah itu langsung, menuju ranjangnya dan membuka bantalnya. Lalu dia mengumpulkan uang yang ada di bawahnya dan mulai merapikannya. Lima real untuk melengkapi jumlah uangnya.
Ayah, sekarang ambillah uang 100 real ini dan berilah aku waktu 1 jam dari waktumu,” ujar bocah yang polos itu.

[Dicuplik dari : Ahmad Sâlim Bâduwaylân, Mausū’ah al-Qoshosh al-Mu`atstsiroh, Ind : ”Malam Pertama Setelah Itu Air Mata”, Pustaka ELBA, Surabaya : 1428/2007]


Ibrah : Wahai para ayah, dimanakah engkau saat anakmu membutuhkanmu? Berapa banyak waktu yang engkau berikan untuk anakmu? Di mana rasa kasih sayangmu bagi mereka? Wahai para ayah, ingatlah bahwa anakmu membutuhkan kasih sayangmu, membutuhkan senyummu, membutuhkan kebersamaanmu, membutuhkan perhatianmu, membutuhkan semua kebaikan darimu. Mereka tidak butuh uang, mainan, makanan, atau harta lainnya, sedangkan engkau tidak memberikan kasih sayangmu pada mereka. Wahai para ayah, kembalilah…

Membentuk Keluarga Sakinah

Istilah “sakinah” digunakan Al-Qur’an untuk menggambarkan kenyamanan keluarga. Istilah ini memiliki akar kata yang sama dengan “sakanun” yang berarti tempat tinggal. Jadi, mudah dipahami memang jika istilah itu digunakan Al-Qur’an untuk menyebut tempat berlabuhnya setiap anggota keluarga dalam suasana yang nyaman dan tenang, sehingga menjadi lahan subur untuk tumbuhnya cinta kasih (mawaddah wa rahmah) di antara sesama anggotanya.

Di Al-Qur’an ada ayat yang memuat kata “sakinah”. Pertama, surah Al-Baqarah ayat 248.

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آَيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آَلُ مُوسَى وَآَلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِي

Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat.”

Tabut adalah peti tempat menyimpan Taurat yang membawa ketenangan bagi mereka. ayat di atas menyebut, di dalam peti tersebut terdapat ketenangan –yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut sakinah. Jadi, menurut ayat itu sakinah adalah tempat yang tenang, nyaman, aman, kondusif bagi penyimpanan sesuatu, termasuk tempat tinggal yang tenang bagi manusia.

Kedua, al-sakinah disebut dalam surah Al-Fath ayat 4.

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا ح

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Di ayat itu, kata sakinah diterjemahkan sebagai ketenangan yang sengaja Allah turunkan ke dalam hati orang-orang mukmin. Ketenangan ini merupakan suasana psikologis yang melekat pada setiap individu yang mampu melakukannya. Ketenangan adalah suasana batin yang hanya bisa diciptakan sendiri. Tidak ada jaminan seseorang dapat menciptakan suasana tenang bagi orang lain.

Jadi, kata “sakinah” yang digunakan untuk menyifati kata “keluarga” merupakan tata nilai yang seharusnya menjadi kekuatan penggerak dalam membangun tatanan keluarga yang dapat memberikan kenyamanan dunia sekaligus memberikan jaminan keselamatan akhirat. Rumah tangga seharusnya menjadi tempat yang tenang bagi setiap anggota keluarga. Keluarga menjadi tempat kembali ke mana pun anggotanya pergi. Mereka merasa nyaman di dalamnya, dan penuh percaya diri ketika berinteraksi dengan keluarga yang lainnya dalam masyarakat.

Dengan cara pandang itu, kita bisa pastikan bahwa akar kasus-kasus yang banyak melilit kehidupan keluarga di masyarakat kita adalah karena rumah sudah tidak lagi nyaman untuk dijadikan tempat kembali. Suami tidak lagi menemukan suasana nyaman di dalam rumah, demikian pula istri. Bahkan, anak-anak sekarang lebih mudah menemukan suasana nyaman di luar rumah. Maka, sakinah menjadi hajat kita semua. Sebab, sakinah adalah konsep keluarga yang dapat memberikan kenyamanan psikologis –meski kadang secara fisik tampak jauh di bawah standar nyaman.

Membangun Kenyamanan Keluarga

Kenyamanan dalam keluarga hanya dapat dibangun secara bersama-sama. Tidak bisa bertepuk sebelah tangan. Melalui proses panjang, setiap anggota keluarga saling menemukan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Penemuan itulah yang harus menjadi ruang untuk saling mencari keseimbangan. Makanya, keluarga sekolah yang tiada batas waktu. Di sama terjadi proses pembelajaran secara terus menerus untuk menemukan formula yang lebih tepat bagi kedua belah pihak, baik suami-istri, maupun anak-orangtua.

Proses belajar itu akan mengungkap berbagai misteri keluarga. Lebih-lebih ketika kita akan belajar tentang baik-buruk kehidupan keluarga dan rumah tangga. Tidak banyak buku yang memberi solusi jitu atas problema keluarga. Sebab, ilmu membina keluarga lebih banyak diperoleh dari pengalaman. Maka tak heran jika keluarga sering diilustrasikan sebagai perahu yang berlayar melawan badai samudra. Kita dapat belajar dari pengalaman siapa pun. Pengalaman pribadi untuk tidak mengulangi kegagalan, atau juga pengalaman orang lain selama tidak merugikan pelaku pengalaman itu.

Masalah demi masalah yang dilalui dalam perjalanan sejak pertama kali menikah adalah pelajaran berharga. Kita dapat belajar dari pengalaman orang tentang memilih pasangan ideal, menelusuri kewajiban-kewajiban yang mengikat suami-istri, atau tentang penyelesaian masalah yang biasa dihadapi keluarga. Semuanya sulit kita dapat dari buku. Hanya kita temukan pada buku kehidupan. Bagaimana kita dapat memahami istri yang gemar buka rahasia, atau menghadapi suami yang berkemampuan seksual tidak biasa. Dan masih banyak lagi masalah keluarga yang seringkali sulit ditemukan jalan penyelesaiannya. Jadi, memang tepat jika rumah tangga itu diibaratkan perahu, sebab tak henti-hentinya menghadapi badai di tengah samudra luas kehidupan.

Rumah tangga juga dua sisi dari keping uang yang sama: bisa menjadi tambang derita yang menyengsarakan, sekaligus menjadi taman surga yang mencerahkan. Kedua sisi itu rapat berhimpitan satu sama lain. Sisi yang satu datang pada waktu tertentu, sedang sisi lainnya datang menyusul kemudian. Yang satu membawa petaka, yang lainnya mengajak tertawa. Tentu saja, siapa pun berharap rumah tangga yang dijalani adalah rumah tangga yang memancarkan pantulan cinta kasih dari setiap sudutnya. Rumah tangga yang benar-benar menghadirkan atmosfir surga: keindahan, kedamaian, dan keagungan. Ini adalah rumah tangga dengan seorang nakhoda yang pandai menyiasati perubahan.

Rumah menjadi panggung yang menyenangkan untuk sebuah pentas cinta kasih yang diperankan oleh setiap penghuninya. Rumah juga menjadi tempat sentral kembalinya setiap anggota keluarga setelah melalui pengembaraan panjang di tempat mengadu nasibnya masing-masing. Hanya ada satu tempat kembali, baik bagi anak, ibu, maupun bapak, yaitu rumah yang mereka rasakan sebagai surga. Bayangkan, setiap hari jatuh cinta. Anak selalu merindukan orang tua, demikian pula sebaliknya. Betapa indahnya taman rumah tangga itu. Sebab, yang ada hanya cinta dan kebaikan. Kebaikan inilah yang sejatinya menjadi pakaian sehari-hari keluarga. Dengan pakaian ini pula rumah tangga akan melaju menempuh badai sebesar apapun. Betapa indahnya kehidupan ketika ia hanya berwajah kebaikan. Betapa bahagianya keluarga ketika ia hanya berwajah kebahagiaan.

Tetapi, kehidupan rumah tangga acapkali menghadirkan hal yang sebaliknya. Bukan kebaikan yang datang berkunjung, melainkan malapetaka yang kerap merundung. Suami menjadi bahan gunjingan istri, demikian pula sebaliknya. Anak tidak lagi merindukan orang tua, dan orang tua pun tidak lagi peduli akan masa depan anaknya. Bila sudah demikian halnya, bukan surga lagi yang datang, melainkan neraka yang siap untuk membakar. Benar, orang tua tidak punya hak membesarkan jiwa anak-anaknya, dan mereka hanya boleh membesarkan raganya. Tapi raga adalah cermin keharmonisan komunikasi yang akan berpengaruh pada masa depan jiwa dan kepribadian mereka.

Kamis, 10 Mei 2012

Mengapa makan buah dulu sebelum makan nasi ?

Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar atau membaca "SEBELUM MAKAN NASI MAKAN BUAH DULU", Itu memang benar dan ini penjelasannya :

Menurut Sumber yang dipetik daripada Dr Abdullah Abd Hamid Diyab dan Dr Ahmad Qurquz, Ma'a ath-Thibb fi Quran al-Karim meemakan buah-buahan sebelum memakan makanan sangat bermanfaat  kerana buah-buahan mengandungi gula rendah kalori (sakakir Basithah) yang mudah dicerna dan diserap sehingga usus kita mampu menyerap gula ini dalam waktu yang singkat dalam beberapa minit dibandingkan dengan mereka yang memakan makanan tanpa diawali dengan buah-buahan terlebih dahulu, usus memerlukan kira-kira 3 jam untuk menyerap gula.

Selain kemudahan untuk dicerna dan diserap, kandungan rendah kalori menjadikan buah-buahan sebagai sumber utama tenaga bagi sel-sel tubuh antaranya alviolus perut (bulu lambung) dan dinding usus. dengan kandungan gula rendah kalori ini, kedua sel dalam tubuh ini dapat berkerja dengan optimal dalam menyerap berbagai jenis makanan yang dimakan setelah buah-buahan.

Mengubah kebiasaan kolonial zaman Belanda yang sudah ratusan tahun lamanya memang sulit. Salah satunya ya kebiasaan makan buah setelah makan. Buah di sini dulu bentuknya adalah salad. Salad adalah sejenis sayuran, bukan buah-buahan, dan ini juga dicontohkan oleh Rasulullah sehabis makan malam, untuk apa? sebagaimana kita tahu bahwa sayuran sangat kaya akan serat dan sangat sulit untuk dicerna, sehingga usus akan bekerja extra untuk mencernanya. Walhasil sistem pencernaan akan berjalan lebih efektif dg penyerapan gizi yg maksimum.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, maka pola makan semakin disesuaikan dengan irama metabolisme tubuh yang alamiah. Dan kenyataannya, makan buah itu paling baik adalah sebelum makan besar. Masih ingat dengan pelajaran praktikum di laboratorium sekolah dulu? Campuran bahan kimia satu dengan yang lainnya hanya akan terjadi pada kondisi tertentu bukan? Misalnya dipanaskan, diberi katalisator, atau diaduk.  Bila kondisi itu tidak kita penuhi maka campuran bahan-bahan tersebut tidak akan bereaksi. Nah, suhu yg paling baik adalah suhu tubuh, artinya ngga disarankan makan makanan yg memakai es atau yang masih terlalu panas.

 Itu yang terjadi dengan pencernaan di dalam saluran pencernaan kita.  Untuk bisa bereaksi (tercerna) maka perlu kondisi tertentu pula, seperti adanya enzim, vitamin atau mineral terentu, kondisi basa/asam, serta suhu tertentu pula.  Misalnya enzim amilase yang tugasnya hanya memecah pati menjadi glukosa. Nah, ada jenis makanan yang masuk ke tubuh kita sebagai penguat kerja enzim atau malah pelemah kerja enzim ini. Obat-obatan dan racun adalah inhibitor kerja enzim ini. Demikian juga yang berlaku untuk enzim-enzim lainnya.
Nah, ada pertanyaan, apa yang salah saat kita makan buah setelah makan besar?  Andang Gunawan (pencetus Food Combining Indonesia) dalam sebuah seminar mengungkapkan bahwa orang yang ingin makan buah setelah makan besar, hanya akan efektif bila buahnya di makan setelah 5-8 jam (tergantung apa yang ia makan).  Apa pasal? Perut/lambung kita akan mencerna makan besar yang kita makan lebih dulu.  Dengan enzim yang berbeda-beda dan kondisi yang juga berbeda-beda, untuk lemak, untuk protein, dsb. Semakin campur aduk makanan yang kita konsumsi, akan semakin lama mencernanya.  Nah kalau sudah begitu kapan giliran mencerna buahnya?? (Dengan kata lain buah yang dikonsumsi setelah makan besar tidak akan memberi manfaat bagi tubuh)
Andang juga menganjurkan agar mengonsumsi buah sebelum makan besar, paling tidak 15 menit sebelumnya. Ini akan memberi kesempatan lambung untuk mencerna buah itu lebih dulu.  Dan kenyataannya proses mencerna buah hanya membutuhkan waktu kisaran di bawah 30 menit. Lebih mudah/cepat dicerna. Tentu akan lebih baik jika dimakan dalam bentuk jus, tapi harus tanpa es.  Kenapa tanpa es? Ya kembali lagi di alinea sebelumnya.  Reaksi / proses pencernaan akan berlangsung lebih efektif jika dalam kondisi yang tepat, dan suhu yang tepat pula yaitu suhu badan.
Buah yang kita pilih pun sebaiknya yang tidak terlalu matang (terlebih hampir ‘mblenyek’ atau busuk). Karena pada buah matang sudah terjadi proses fermentasi dalam buah, yang cenderung menghasilan turunan etanol/alkohol. Lebih manis sih rasanya…. tapi tujuan sejati mengonsumsi buah untuk mendapat manfaat menyehatkan tentunya jadi tidak tercapai. Sementara buah yang terlalu muda pun belum terlalu maksimal kandungan gizinya.
Minum jus juga tidak bisa dibiarkan terlalu lama, atau misalnya disimpan di lemari es lebih dulu. Saat membuat jus buah/sayur diupayakan harus habis diminum saat itu juga. Mengapa? Karena bagian buah yang sudah terpecah-pecah, akan memudahkan kandungan gizi di dalamnya, seperti vitamin, antioksidan, akan cepat rusak/hilang. Semakin lama dibiarkan, tentu proses kerusakan akan semakin besar.
Harus kita upayakan membuat jus buah untuk sekali sajian saja, tidak berlebih.  Alat pembuat jusnya pun akan lebih baik menghasilkan jus bila kecepatan rotasi/putaran pisaunya lebih dari 20ribu RPM. Mengapa semakin cepat proses penghacuran buah (pengejusan) tentu menghilangkan risiko kerusakan yang lebih besar.  Mesin  tidak panas dan bersinggungan langsung dengan buahnya.
Adakah alat seperti itu?  Di Indonesia, saya kenal alat yang namanya Magic Processor yang ternyata memenuhi semua syarat tersebut. Alat ini juga pernah disebut-sebut oleh praktisi Food Combining Indonesia, Wied Harry Apriadji, sebagai satu-satunya alat yang paling praktis dan memadai untuk pembuatan jus buah/sayur, sampai saat ini.
Alat tersebut bisa menghancurkan buah dengan kecepatan 22 ibu rpm, alatnya bisa dipindah-pindahkan untuk membuat jus, sehingga mudah dalam mencuci, bahkan aman dan bisa membuat jus langsung dalam sebuah gelas.
Jadi bisa disimpulkan, mengonsumsi buah menjadi agar bermanfaat maksimal paling tidak meliputi 3 hal yang harus diperhatikan:
  1. Waktu konsumsinya tepat, sebelum makan besar (paling tidak 15 menit), tidak setelahnya
  2. Pemilihan buah yang pas, tidak terlalu matang, tidak telalu mentah.
  3. Proses pembuatannya (jus) menggunakan alat jus yang menjamin kandungan gizinya terjaga.
  4. Tidak memakai es.
Orang yang biasa makan buah dan sayur segar biasanya nampak dari kulit dan wajah yang cerah/berseri, pencernaan bagus, punya berat badan ideal,  dan jarang punya keluhan kesehatan.
Nah, bila Anda merasa sudah biasa makan buah, tetapi Anda rasakan tidak berpengaruh pada kesehatan Anda, mungkin analisis di atas bisa menjadi bahan inspirasi untuk menggali informasi lebih luas lagi.
Silakan bila ada analisis lainnya.